Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatuX https://ditjenpkh2.pertanian.go.id/
Logo

INDONESIA JEPANG PERKUAT DIPLOMASI PETERNAKAN MELALUI KUNJUNGAN JICA KE BBIB SINGOSARI

04/02/2026 09:01:00 Administrator 19

Malang — Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari menerima kunjungan tim expert dari Japan International Cooperation Agency (JICA) Headquarter pada 4 Februari 2026.

Kunjungan ini sebagai bagian dari penjajakan kelanjutan kerja sama penguatan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi inseminasi buatan guna mendukung percepatan peningkatan produksi susu dan daging nasional.

Delegasi JICA dipimpin oleh Director JICA Headquarter Ms. Makiko Asaoka, dengan membawa tim yang terdiri dari Senior Advisor Ms. Yumi Kirino, Technical Officer Ms. Yumiko Fukushima, dan Project Formulation Advisor JICA Indonesia Office Mr. Hiroaki Jitsukata. Kunjungan ini juga didampingi oleh Tim Kerja Sama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian RI. 

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan laboratorium BBIB Singosari, koleksi pejantan unggul, serta proses penampungan dan produksi semen beku. Delegasi JICA mendapat kesempatan untuk mengamati secara langsung penerepan standar ISO dalam setiap tahapan produksi semen beku BBIB Singosari.

Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan diskusi teknis bersama Kepala BBIB Singosari untuk membahas perkembangan teknologi inseminasi buatan, tantangan yang dihadapi, serta kebutuhan terkait penguatan manajemen dan regenerasi SDM.

Kepala BBIB Singosari Dr. drh. Akbar, M.P., mengatakan kunjungan JICA menjadi momentum strategis mengingat BBIB Singosari memiliki peran penting dalam mendukung Program Percepatan Peningkatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN). Menurutnya, pendampingan JICA sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas SDM mengingat pesatnya perkembangan teknologi inseminasi buatan dan semakin luasnya peran BBIB Singosari baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dr. Akbar menambahkan “Kami berharap kerja sama ini dapat kembali memperkuat kompetensi SDM dan sistem manajemen BBIB Singosari, sehingga peran kami dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan kerja sama internasional dapat semakin optimal.”

Sementara itu, Director JICA Headquarter Ms. Makiko Asaoka menyampaikan apresiasi atas pemanfaatan dan pengembangan dari teknologi yang sebelumnya telah diberikan JICA kepada BBIB Singosari. Ia menilai BBIB Singosari tidak hanya mampu menjaga keberlanjutan hasil kerja sama tersebut, tetapi juga terus mengembangkannya sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman.

“Kami sangat terkesan karena teknologi dan sistem yang pernah kami dukung masih digunakan, dirawat, bahkan dikembangkan. Kami akan melakukan pendalaman lebih lanjut untuk menentukan bentuk pendampingan yang paling tepat bagi BBIB Singosari,” kata Asaoka.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian penilaian JICA terhadap usulan kerja sama teknik Pemerintah Jepang tahun fiskal 2026 yang difokuskan pada transfer pengetahuan dan teknologi produksi sapi perah dan sapi potong, serta penguatan unit pelaksana teknis perbibitan, termasuk BBIB Singosari.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat peran BBIB Singosari dalam mendukung pembangunan peternakan nasional, tetapi juga meningkatkan kontribusi Indonesia dalam diplomasi peternakan melalui transfer teknologi dan pendampingan pengembangan peternakan bagi negara mitra.(*)